Cerita Populer :

Ads

Home » » Latar Belakang Pembahasan Umum Pesantren

Latar Belakang Pembahasan Umum Pesantren

A.  Latar Belakang Masalah
Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan Islam Indonesia yang bersifat tradisional untuk mendalami ilmu agama Islam dan mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian. Pesantren telah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, serta telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat muslim. Pesantren telah diakui sebagai lembaga pendidikan yang telah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada masa kolonialisme berlangsung, pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang sangat berjasa bagi masyarakat dalam mencerahkan dunia pendidikan dan tidak sedikit pula pemimpin bangsa yang ikut memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini adalah alumni yang pernah belajar di pesantren.
Seperti halnya : Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, KH.Akhmad Dahlan ,KH Hasyim Asy’ari,KH. Wahid Hasyim,KH. Wahab Hasbulloh,KH.Anwar Musaddad Ulama Pejuang dari Garut,Bung Tomo,Dll
Namun, kini reputasi pesantren tampaknya dipertanyakan oleh sebagian masyarakat Muslim Indonesia. Mayoritas pesantren masa kini terkesan berada di menara gading, elitis, jauh dari realitas social. Problem sosialisasi dan aktualisasi ini ditambah lagi dengan problem keilmuan, yaitu terjadi kesenjangan, alienasi /keterasingan dan differensiasi (pembedaan) antara keilmuan pesantren dengan dunia modern. Sehingga terkadang lulusan pesantren kalah bersaing atau tidak siap berkompetisi dengan lulusan umum dalam urusan profesionalisme di dunia kerja.
Dunia pesantren dihadapkan kepada masalah-masalah globalisasi, yang dapat dipastikan mengandung beban tanggung jawab yang tidak ringan bagi pesantren.
Semakin disadari, tantangan dunia pesantren semakin besar dan berat dimasa kini dan mendatang. Paradigma “mempertahankan warisan lama yang masih relevan dan mengambil hal terbaru yang lebih baik” perlu direnungkan kembali. Pesantren harus mampu mengungkai secara cerdas problem kekinian /masa kini kita dengan pendekatan-pendekatan kontemporer. Disisi lain, modernitas, yang menurut beberapa kalangan harus segera dilakukan oleh kalangan pesantren, ternyata berisi paradigm dan pandangan dunia yang telah merubah cara pandang lama terhadap dunia itu sendiri dan manusia.
Dalam konteks yang dilematis ini, pilihan terbaik bagi insane pesantren adalah mendialogkannya dengan paradigma dan pandangan dunia yang telah diwariskan oleh generasi pencerahan Islam. Maksudnya, insani pesantren perlu memosisikan warisan masa lalu sebagai “teman dialog” bagi modernitas dengan segala bentuk kemajuan yang ada. Mereka harus membaca khazanah lama dan baru dalam frame yang terpisah. Masa lalu hadir atau dihadirkan dengan terang dan jujur, lalu dihadapkan dengan kekinian. Boleh jadi masa lalu tersebut akan tampak “basi” dan tak lagi relevan, namun tak menutup kemungkinan masih ada potensi yang dapat dikembangkan untuk zaman sekarang.

Salah satu hal yang perlu dimodifikasi adalah system pendidikan pesantren. System pembelajaran tradisional, yaitu sorogan, bandongan, balaghan, atau halaqah seharusnya mulai diseimbangkan dengan system pembelajaran modern. Dalam aspek kurikulum juga seharusnya kalangan pesantren berani mengakomodasi dari kurikulum kepemerintahan.


0 komentar:

Silahkan komentar sesuai TEMA

Orang yang bijak adalah orang yang selalu menjaga kepribadiaan dirinya tanpa harus mengeluarkan kata-kata,sikap serta prilaku yang menimbulkan singgungan yang buruk terhadap orang lain !

Pos Populer

Alternative Search

Inggris French Jerman Spain Italian Dutch

Rusia Portugis Jepang Korea Arab Chinese Simplified
Editorial : Lionteen
 
Support : Privacy Policy | Contact | Costume
Copyright © 2015. Tutorial Dasar Ala Lionteen - All Rights Reserved
Design Lionteen Source GP
Sign in Dasboard